Rabu, 23 September 2009

Perawatan Anak Kelinci


Induk biasanya melahirkan 4 - 12 ekor. Tapi sebaiknya pilih bibit yang melahirkan 6 - 8 ekor, karena kemampuan induk kelinci menusui anaknya sangat terbatas. Periksa kandang setelah anak kelinci lahir, sangat dianjurkan jika dibersihkan. Hal ini dapat mengurangi resiko kelengahan kita dalam mengetahui sejak dini jika pada proses melahirkan terjadi kematian anak kelinci. Berantas semut yang mengganggu kandang dengan memeriksa setiap dinding kandang.



Sewaktu lahir, anak kelinci masih gundul, belum terdapat bulu, dan matanya masih terpejam. Setelah 10 - 11 hari, baru
matanya terbuka. Pada usia tersebut kelinci belum bisa ke mana-mana. Setelah usia 19 - 20 hari, anak kelinci dapat meloncat keluar dan juga berlari-lari serta makan rumput mengikuti induknya.

Bagaimana Kelinci Berkembang Biak??

Perkembangbiakan Kelinci

A. Umur Kelinci Mulai Dikawinkan

Umur kelinci mulai dikawinkan bila sudah ada tanda-tanda birahi. Kira-kira umur 4-5 bulan untuk jenis kelinci lokal yang mempunyai berat timbangan kira-kira 2-3kg. Sedang untuk jenis kelinci asal impor bisa mencapai umur 8-10bulan dengan berat timbangan 4-6kg. Namun umur diatas tidak mutlak, sehingga kalau kita melihat ada tanda-tanda kelinci telah menunjukan birahi sebelum umur seperti diatas maka kita bisa secepatnya mengawinkan kelinci tersebut. Bila kelinci terlambat di kawinkan ada kemungkinan kelinci akan mandul karena kegemukan, karena terlalu banyak lemak dalam tubuhnya. Dengan demikian sel telur pada betina menyempit dan saluran sperma pada jantan juga menyempit, sehingga akan mengganggu jalannya proses perkawinan.

B. Mengatur Perkawinan

Untuk menjaga jarak dan kualitas hasil pembiakan maka pengaturan perkawinan sangat perlu. Jangan sampai induk kelinci yang baru melahirkan dikawinkan dengan pejantan, karena bisa mengganggu kesehatan induk kelinci. Selain itu anak-anak kelinci belum cukup waktu untuk diasuh atau disusui oleh induknya.
Agar tidak terjadi perkawinan kelinci jantan dan betina yang tak kita inginkan maka pejantan dan betina harus di pisahkan dalam kandang sendiri.
Dalam menghindari pemborosan makanan, jika memelihara 10 ekor betina kita cukup menyediakan satu pejantan sebab daya kawin kelinci jantan memang kuat. Pejantan tersebut harus sudah dewasa betul, artinya cukup mampu melakukan perkawinan.
Dalam setahun seekor induk kelinci dapat beranak sampai empat kali. Umur 4-5 bulan sepasang kelinci lokal telah cukup umur untuk dikawinkan. sedang masa mengandung sekitar 31 hari. Mengasuh atau menyusui diperlukan waktu sekitar 56 hari (8minggu). cepat lambatnya mengawinkan induk kelinci akan mempengaruhi hasil produksi. Untuk itu mengasuh dapat kita tentukan sendiri, tergantung kapan kelinci itu akan dikawinkan.

C. Sel Telur dan Kesuburan

Kelinci betina yang sudah dewasa (birahi) dalam rahimnya dapat menurunkan beberapa sel telur. demikian juga pejantan dalam proses perkawinan dapat menghasilkan beribu-ribu sel prima. Hanya seekor sel sperma yang dapat membuahi satu sel telur. Kemudian sejumlah sel telur tumbuh dan berkembang menjadi janin kelinci. proses pertumbuhan ini sekitar 30-32 hari. Setelah itu lahirlah anak kelinci.
Banyak sedikitnya hasil pembiakan tak lepas dari faktor kesuburan karena ada jenis kelinci yang bisa beranak banyak (10ekor), dan ada jenis kelinci yang hanya beranak sedikit (4 ekor). Induk kelinci yang melahirkan anak terlalu banyak akan merepotkan induk kelinci itu sendiri dan anak-anaknyapun tidak cukup menerima asuhan.

D. Menentukan Kehamilan Kelinci

Kehamilan kelinci biasanya 31 / 32 hari. Ada juga yang hany 29 hari. Untuk mengetahui apakah kelinci telah hamil, lakukan cara - cara ini :
1. Menguji kembali.

Masukkan kembali kelinci betina ke kandang pejantan (pejantan yang pernah mengawininya), bila menolak dikawinkan, biasanya si betina telah hamil. Tetapi hati-hati, ada juga betina yang tengah hamil masih mau dikawinkan. Sebaliknya, ada pula kelinci yang menolak walaupun belum hamil. Jadi, cara ini masih ada kelemahannya.
2. Melihat perkembangan perut.

Lakukan setelah 12 - 14 hari induik kelinci dikawinkan. Pegang telinga kelinci dan juga lipatan kulit di atas bahu. Lakukan dengan satu tangan. Tangan lain memegang paha di antara dua kaki belakang. Pelan-pelan jari meraba bagian peranakan. Setelah 12 - 14 hari, janin sudah berkembang. Bentuknya sebesar kelereng, hati-hati jangan ceroboh, agar tak terjadi keguguran. Dan jangan lakukan pemeriksaan lebih dari 14 hari. Bila diraba janin tidak ada, berarti kelinci belum hamil.
3. Melihat perkembangan badan
Kelinci yang baru pertama kali hamil, biasanya perut tak membesar. Jadi, lihat perkembangan badan kelinci dan nafsu makannya. Bila badan kelinci tambah gemuk dan nafsu makan bertambah, berarti kelinci telah hamil.
Bila induk kelinci akan melahirkan 1 / 2 hari lagi. Biasanya nafsu makan berkurang. Pisahkan kelinci di kandang tertentu, tapi ruangannya cukup luas agar bebas bergerak. Beri tempat untuk menyembunyikan anaknya yang berupa kotak khusus. Persiyapkan juga semua barang kebutuhan, seperti jeram untuk sarang. Letakkan kotak 3 - 4 hari sebelum kelinci melahirkan.
Jangan ganggu kelinci yang mau melahirkan, jangan ada suara gaduh dan juga hal-hal yang mengejutkan. Beri makanan hijau agar pencernaan kelinci baik dan juga mempunyai nilai gizi. Jangan lupa sediakan air minum. Setelah melahirkan, induk kelinci biasanya gelisah. Untuk mengatasinya, siapkan air minum yang cukup. Induk kelinci dengan 7 anak butuh 3 - 4 liter air setiap 24 jam.

Selasa, 22 September 2009

Kandang Kelinci

A. Fungsi Kandang Kelinci
Fungsi kandang kelinci adalah :
  • Melindungi kelinci dari cuaca. Baik cuaca panas, hujan, angin, dingin, dsb. Serta mengamankan kelinci dari binatang buas. Misalnya anjing.
  • Memudahkan pengawasan dan pemeliharaan.
  • Membantu pemilihan kelinci, pemberian suntikan dan pencegahan penyakit.
  • Menghemat tempat dan ruangan.
  • Memudahkan dalam membersihkan kandang, kotoran lebih mudah dikumpulkan.
B. Letak Kandang Kelinci
Pilih tempat yang teduh tetapi cukup sinar matahari di pagi hari. Kandang jangan terlalu jauh dari rumah. Jadi, kita tidak sulit menjaganya. Kalu bisa kandang jauh dari keramaian. Jadi, kelinci bisa aman dan tenteram.

http://istanakelinci.files.wordpress.com/2008/07/kandang-01.jpg

"Kandang sebaiknya selalu kering agar tidak menjadi sarang penyakit. Bila lembab, kelinci sangat mudah sekali terkena pilek.

C. Kandang Kelinci Yang Baik

Bahan membuat kandang kelinci cukup sederhana. Kayu, bambu, dan pagar kawat. Pagar kawat bisa dibuat dari bambu. Yang penting kuat, aman dan murah. Kita bisa pula memakai bahan bekas atau bahan yang ada di sekeliling kita.
Kandang sebaiknya ada ventilasi, yaitu jalan keluar masuk udara. Sehingga peredaran udara lancar. Dinding kandangpun harus kuat, tidak roboh oleh angin dan hujan. Bagian depan tak perlu ditutup, cukup dengan jeruji dari belahan bambu. Kulitnya yang keras terletak di dalam. Bila malam, tutup bagian terbuka. Pakailah kain, plastik atau karung goni.
Lantainya bisa dibuat dari bilahan bambu, kawat kasa, bata merah, dll. Ukuran kandang jangan terlalu kecil. Induk kelinci badannya kecil, hanya 2-4 kg. Buatkan kandang dengan panjang 90 cm, lebar 75 cm, tinggi 60 cm. Bila anak sudah besar, dapat langsung dipotong atau dipisah di kandang lain dan bisa juga dijual.
Sediakan juga tempat makan dan sekaligus sarang atau tempat beranak. Tempat makan berfungsi menjaga kandang agar selalu bersih dan bila kelinci lapar ia bisa langsung makan. Ukuran tempat makan sebaiknya sesuai dengan makanannya. Untuk bahan makanan dari rumput, buatlah tempat makanan dari belahan bambu yang dianyam jarang. Bisa uga dibentuk semacam rak atau tempat bersilang. Yang berfungsi juga sebagai tempat batas. Untuk tempat makanan penguat, seperti dedak katul, jagung, bungkil kelapa, ampas kacang atau tahu, maka buatlh dari kota kecil. Manfaatkan kaleng bekas atau mangkok tanah liat.
Untuk tempat beranak, panjang kotak 40 cm, lebar 30 cm, tinggi 30 cm. Atau sesuai jenis kelinci dan kebutuhan. Bisa ditaruh di dalam kandang atau diluar asalkan tenang. Bahannya bisa kotak bekas. Tutup kotak bagian atas dengan rapat. Agar induk kelinci lebih tenteram. Untuk pintu keluar masuk, buatlah lubang dengan panjang 15 cm, lebar 20 cm. Lubag sebaiknya agak tinggi, kira-kira 10-12 cm. Maksudnya agar anak kelinci tidak keluar sarang. Bisa juga dibuat papan penghalang. Jangan lupa lubang udara dan juga lubang saluran air.

"Saat induk kelinci akan melahirkan, sediakan jerami kering di kandang secukupnya. Untuk alas tidur anak kelinci agar hangat. Tapi potong-potong dulu jeraminya atau dilunakkan agar tidak berbahaya untuk anak kelinci".
FriendsterCode.Net, Free Friendster Code Resource, Friendster skins and Profile Customization,Create your own custom glitter text only with http://www.friendstercode.net/ - Image hosted by ImageShack.us
 
Free Flame MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com